Kembali ke Wisma Immanuel November 19, 2007
Posted by generasibarujogja in Berita.trackback
Yap, mulai 18 November sampai sekitar pertengahan Januari 2008, kita Kebaktian Minggu di Wisma Immanuel, Samirono Baru, satu kali, pk. 09.00 – 12.00. Auditorium RRI masih dalam renovasi, dan kita menunggu penyelesaiannya.
Nah, tahukah anda, “nenek moyang” jemaat ini dulu juga Kebaktian Minggu di Wisma Immanuel. Bukan di aula atas, tapi… di ruang bawah tanah! Ya, waktu itu jemaat baru sekitar 30 orang. Usher-nya mesti mengepel lantai setiap sebelum kebaktian. Pernah satu kali ada yang sirik mengencingi lantai menjelang kita kebaktian!
Toh, di tempat itu jemaat kebaktian dengan penuh semangat, sukacita, dan tentu saja… keringat! Bagaimana tidak kalau pujiannya serba melonjak-lonjak walaupun hanya diiringi gitar kencrung! Seru pokoknya!!!



saya udah lama meninggalkan kota gudeg.. sungguh suatu kebanggaan bisa melayani bersama jemaat generasi baru yang terkenal dengan jiwa miisionernya… saya bergabung dengan jemaat ini pada tahun 1999 yang mana awalnya dikenalkan ama bang wengky en mbak ester… dulunya kami di sel eklesia zona selatan… kangen juga sih pingin lagi seperti waktu dulu masih gabung en joy bareng bro en sister yang lain.. sekrng saya udah di kampung halaman di kabupaten terselatan indonesia.. propinsi nusa tenggara timur.. tentang papi eriel, terus terang beliau sangat heroik dalam menyebarkan amanat agung sang Raja.. saya banyak terinspirasi dengan pengajaran beliau.. saya bangga dan berterima kasih atas pelayanan yang tlah dia dedikasikan dan berdoa semoga selalu diberkati dan diberikan kelimpahan serta kekuatan dalam melayani Tuhan… buat semua bro en sister keep your fire, seperti yang slalu bang shane katakan.. buat budy di sel magnifitation zone selatan salam buat semua saudara kita.. eklesia tetap jaya dalam melayani.. oh ya dulu sel kita pernah berganti nama menjadi the ages of the rock.. kalo ada yang mau berbagi pengalaman atau apa aja atau cuma say halo silahkan hubungi saya di email : ardypeace@yahoo.com
sonny ardy solokana
rote ndao – nusa tenggara timur